Rabu, 06 Juni 2012
Sabtu, 26 Mei 2012
Mampukah aku menjadi seperti "mereka"??
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
Sabtu, 05 Mei 2012
Hidup dan Takdir
Menjalani hidup berarti
juga menjalani takdir. Dua hal yang selalu beriringan, selalu akrab,
selalu bersama-sama. Harmonis bukan?? ya.. harusnya seperti itu. Tapi
jika menilik dari segi kehidupanku, mereka tidaklah harmonis, selalu
bertolak belakang (menurutku). Satu hal yang pasti, aku belum bisa
menyelaraskannya, menjadi suatu keharmonisan dalam hidup. Mungkin
karena aku terlalu fanatik, hehehehehehehehe... entahlah ,,, mungkin
juga karena aku terlalu cuek. Aku kira inilahjalan terbaik untukku.
Ketika “HATI” bertanya…
ooo… burungpun bernyanyi
melepas sgala rindu
yang terendam malu
di balik qolbu
melepas sgala rindu
yang terendam malu
di balik qolbu
ooo…anginpun menari
mencari arti
adakah ini fitrah
ataukah hiasan nafsu
mencari arti
adakah ini fitrah
ataukah hiasan nafsu
didalam ssunyi ia selalu hadir
didalam sendiri ia selalu menyindir
kadang meronta bersama air mata
seolah tak kuasa menahan duka
didalam sendiri ia selalu menyindir
kadang meronta bersama air mata
seolah tak kuasa menahan duka
biarlah semua mengalir
berikanlah kepada ikhtiar dan sabar
untuk mengejar…
berikanlah kepada ikhtiar dan sabar
untuk mengejar…
sabarlah menunggu
janji ALLAh kan pasti
hadir tuk mdatang
menjemput hatimusabarlah menanti
usahlah ragu
kekasihkan datang sesuai
dengan iman di hatibila di dunia ia tiada
moga di syrga ia telah menanti
bila di dunia ia tiada
moga di syurga ia telah menunggu
Selasa, 06 Maret 2012
Mengapa Doa Kita Seperti tidak dikabulkan?
Agama kita mengajarkan kita agar sentiasa berdoa kepada Allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin dan kehendakNya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada Allah segala sesuatu yang baik, untuk kehidupan kita di dunia ini dan kehidupan kita di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau dan malas berdoa, meminta kepada Allah. Doa bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu dan kemudian duduk memeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu apa pun. Akan tetapi doa mestilah disertai dengan usaha. Jika kita berdoa untuk dimasukkan ke dalam Syurga, kita mestilah berusaha dengan amalan-amalan soleh dan menjauhkan diri dari perkara-perkara munkar. Jika kita berdoa agar Allah melimpahkan rezeki kepada kita, kita harus bekerja keras untuk itu. Jika kita berdoa agar Allah memberi lulus ujian sekolah, maka kita harus belajar sungguh-sungguh.
Senin, 05 Maret 2012
Sepenggal Obrolan Hati Seorang Akhwat
Sore hari, ba'da Asar tepatnya, aku temenung menatap keindahan sore yang menakjubkan. Semilir lembut angin membelai tubuhku, aku paling suka dengan cuaca sore hari seperti ini. Menentramkan hati! Termenung sejenak, pikiran melayang jauh, seakan-akan ada teman yang sedang menyapaku, entah siapa dia aku tak tahu. Yang jelas obrolan singkat membuatku hanyut dalam buaian
Sepenggal Permintaan Sederhana Seorang Ibu
Ibu adalah manusia yang paling spesial dalam hidup kita. Pengorbanannya, cintanya, kasih sayangnya dan ketulusannya. Semuanya spesial. Dan rasanya, tak ada satupun paham paham di dunia ini yang tak mengakui itu. Karena ia spesial, maka kita selalu dituntut untuk memelihara hubungan baik dengannya; berbakti, menjaga perasaan, mendo'akan, membahagiakan dan meluluskan keinginan-keinginannya. Tapi karena kita dan ibu telah ditakdirkan lahir dua zaman yang berbeda, maka seringkali ada hal-hal yang melahirkan ketidaksepahaman pada keadaan-keadaan tertentu.
Karena kita dan orang tua ditakdirkan lahir di generasi yang berbeda, menghuni zaman yang tak serupa, mengalami perubahan-perubahan budaya yang tak sama, terkadang memunculkan perbedaan-perbedaan yang membuat komunikasi orang tua dengan anak tak sepaham, kejedak yang tak seiring, dan pikiran yang tak sejalan.
Jumat, 11 November 2011
aku terpakasa menikahinya
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Rabu, 26 Oktober 2011
Sudahkah kita menjadi orang yang ber "Ilmu".......?
Terkadang atau sering dalam hidup, kita berusaha memaafkan tindakan kita atau kata lainnya melegalisasikan perbuatan kita. Maksudnya, kita mengatakan perbuatan kita benar dengan dalih yang berusaha kita cari kebenarannya. Sebagai contoh, ketika kita menunda melaksanakan sholat ketika adzan berkumandang, maka kita berdalih “Saya harus menyelesaikan tugas, bukankah kerja juga ibadah....?” atau “Saya harus mengasuh anak dulu, bukankah ini juga ibadah?” dan lain sebagainya sehingga begitu pintarnya kita mendapatkan alasan yang seolah alasan kitalah yang paling benar. Atau cerita lain seperti seorang pencopet atau pelacur yang melegalkan usahanya demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dengan alasan mencari nafkah merupakan ibadah...!?
Akhir-akhir ini saya banyak menemui fenomena, yang membuat saya berasumsi bahwa kadang seseorang tidak faham ilmu yang sedang dipelajarinya. Untuk apa ilmu itu digunakan? Akan bagaimana bila mengamalkan ilmu itu? Fenomena klasik, tapi tetap membuat saya tidak habis fikir.
Jumat, 21 Oktober 2011
-hikmah di balik sederetan peristiwa-
Dalam seminggu, bahkan sehari, pernahkah kita mengalami sederetan peristiwa yang sama? lau? apa yang terpikir dalam benak kita? Pernahkah kita berfikir sesuatu? Mungkin tudak, mungkin sudah terlupakah, tapi tidak bagiku, beberapa hari ini aku mengalami hal itu, JATUH!! entah jatuh dg sendirinya atau pun jatuh karena ditabrak dan ini lah yg paling para kejadiannya hingga membuatku menenestan air mata, bukan, bukan karena sakit di badan tapi menangisi sikap oarang2 indonesia terutama solo yang katanya penduduknya paling ramah, solider dan paling santun! dan ternyata tidak untukku!
Selasa, 04 Oktober 2011
Superqurban Untuk Warga Waingapu
WAINGAPU. Sebanyak 500 kaleng kornet Superqurban dibagikan kepada warga kota Waingapu oleh Tim Ekspedisi Siaga Pangan dan Gizi Rumah Zakat, Minggu (2/10). Waingapu adalah kota paling besar di pulau Sumba. Penduduknya mayoritas non muslim, dan muslim ada diurutan ke 3 dari sisi populasi penduduk. Disamping itu penganut Merapu masih banyak diyakini penduduk asli. Merapu juga menjadi agama kerajaan-kerajaan yang ada di Sumba.
Rabu, 28 September 2011
~Kemudahan Berqurban~
“ Katakanlah : sesungguhnya shalatku kurbanku hidup dan matiku adl untuk Allah Rabb semesta alam tidak ada sekutu bagi-Nya" (Al-An’am : 162)
Langganan:
Postingan (Atom)










